Single Blog

image description

Pasien Corona Bertambah, Yayasan Graisena Sudah Tanggung Biaya Hidup 31 Keluarga

Sebanyak 31 keluarga pasien corona telah menerima bantuan biaya hidup dari Yayasan Gerakan Indonesia Sadar Bencana (Graisena). Setiap kepala keluarga (KK) mendapat bantuan sebesar Rp 34 juta.

 

Ketua Yayasan Graisena Agung Firmansyah mengatakan penerima bantuan biaya hidup ini tak hanya pasien dari Jabodetabek saja, tapi seluruh Indonesia. “Per hari kemarin sudah ada 31 pasien yang kita bantu sekitar Rp 34 juta,” katanya saat dihubungi kumparan, Kamis (2/4). Dana yang diberikan senilai Rp 20 ribu per anggota keluarga yang tercantum dalam Kartu Keluarga per 14 hari. Contohnya, satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan tiga orang anak. Jika kepala keluarga diisolasi (selama 14 hari), maka jumlah yang diberikan empat dikali Rp 20 ribu dikali 14 hari itu sekitar Rp 1.120.000.Apabila masa isolasi bertambah, maka bantuan yang diterima keluarga juga berlanjut sesuai durasi isolasi. Tapi, dia membatasi maksimal masa perawatan isolasi selama 45 hari.

 

Sesuai data BNPB, jumlah pasien corona di Indonesia terus bertambah. Untuk di Jakarta, per hari ini jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 885 orang. Sedangkan secara nasional mencapai 1.677 kasus dengan rincian 157 meninggal, dan 103 sembuh.

 

Selain menanggung biaya hidup pasien corona, yayasan ini juga memberikan bantuan ke warga non-pasien yang kehilangan pekerjaan. Bantuan berupa pembagian beras sebanyak 5 kg per kepala keluarga (KK) khusus untuk wilayah Jabodetabek. Saat ini, ada 11 ton beras yang disiapkan yayasan. Agung mengatakan sudah ada 80 KK yang menerima bantuan ini. “Hingga nanti sore masih dilakukan penyaluran, titik pertama di Depok. Yang non-pasien targetnya 2.200 KK,” ujar dia.Secara garis besar, Yayasan Graisena membagi tiga cluster. Pertama, bantuan diberikan hanya untuk tenaga medis maupun pendukungnya berupa Alat Pelindung Diri (APD) seperti hazmat dan masker, nutrisi multivitamin, energy bar.

 

Cluster kedua, bantuan untuk masyarakat umum non-pasien COVID-19 berupa pembagian hand sanitizer, desinfeksi fasilitas publik dan tempat tinggal warga. Ada juga bantuan diseminasi informasi bencana dan fasilitas lowongan kerja dari rumah. Cluster ketiga ditujukan untuk pasien COVID-19 dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif COVID-19 berupa bantuan biaya hidup dasar keluarga dan bantuan konsultasi psikologi.

  • SHARE
  • TWEET
  • PIN

Leave Comment