Single Blog

image description

LAPORAN KERJA GRAISENA GOES TO SUMATERA

Latar Belakang

Yayasan Gerakan Indonesia sadar bencana (GRAISENA) adalah Organisasi Nirlaba yang bergerak dibidang mitigasi kebencanaan dan siaga bencana. Visinya adalah membantu tugas-tugas pemerintah dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi setiap bencana yang terjadi di Indonesia.

Menindaklanjuti hal tersebut, Graisena memiliki beberapa program yang dijalankan di tahun ini, salah satunya Graisena Goes To Sumatera (GGS). GGS adalah program dimana tim graisena turun langsung ke lapangan, meninjau dan memetakan potensi-potensi kebencanaan yang terjadi di beberapa daerah di pulau Sumatera, kemudian mendata beberapa komunitas yang concern dengan kebencanaan dan mitigasinya.

Harapannya, Graisena bisa memiliki local partner yang dapat berkolaborasi dalam menjalankan program-program Graisena kedepan.

Tujuan Kegiatan

  1. Graisena Goes To Sumatera dapat menjadi trigger untuk gerakan-gerakan serupa di masyarakat
  2. Menjadi Lembaga non government yang memiliki jaringan relawan di seluruh pulau sumatera
  3. Meneruskan cita-cita dan perjuangan graisena ke masyarakat sumatera
  4. Menjadi jembatan antara pusat dengan daerah. Terkait kebijakan dan pembiayaan.

Timeline Kegiatan

  1. 26 Agustus 2020

Tim Graisena yang terdiri Ranggi Ragatha , Brian Fadli Fahmi, Yoga Perdana, dan Chairul Muhammad berangkat dari graha graisena menggunakan 1 kendaraan operasional yayasan , Toyota Calya ber no pol B 1107 IP. Tim bergerak melalui jalur darat, melewati rute Depok – Merak – Bakauheni – Kayu Agung – Prabumulih.

Di Prabumulih tim memutuskan untuk berisitirahat di sebuah penginapan untuk kemudian melanjutkan perjalanan esok harinya.

  • 27 Agustus 2020

Hari kedua, Tim berangkat sejak pukul 07.30 WIB dari prabumulih menuju muara enim. Di Muara Enim tim kembali memutuskan untuk beristirahat dan mengumpulkan tenaga untuk kegiatan yang lumayan padat esok hari.

  • 28 Agustus 2020

Hari ketiga, tim berangkat menuju lokasi acara di Tanjung enim. Ada 2 tempat pelatihan yang dilaksanakan oleh tim Graisena. Pertama, bersama stakeholder, apparat dan masyarakat di Desa Lingga. Kedua bersama karang taruna di desa Keban Agung.

Di Desa Lingga, pembicara dari Graisena adalah Ranggi Ragatha. Memperkenalkan dan mensosialisasikan Graisena kepada masyarakat serta program-program yang akan dilakukan. Graisena juga berencana untuk memberikan bantuan pelatihan lanjutan dengan masyarakat desa lingga. Program yang nantinya akan dipercayakan kepada Local Partner, Gus Kunkun dari Berbagi Nasi Tanjung enim.

Di desa Keban Agung , Tim Graisena kembali memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait program-program Graisena ke depan. Peserta yang hadir terdiri dari berbagai Karang taruna setempat. Graisena akan membuat program pelatihan Rescue Team dari Karang taruna. Serta memberikan bantuan beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan rescue tersebut.

  • 29 Agustus 2020

Hari Keempat, Tim Graisena bergerak menuju Pondok Pesantren Nurul Madany. Memberikan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana kepada tenaga pengajar dan santri di ponpes tersebut. Graisena dibantu oleh Komunitas berbagi nasi dan innovation school Muara enim. Selain memberikan pelatihan, Graisena juga memberikan bantuan material bangunan untuk menunjang pembangunan di Pondok Pesantren Nurul Madany.

Di hari yang sama tim langsung bergerak menuju desa Danau Gerak, di Kecamatan Semende Ulu. Perjalanan menghabiskan waktu sekitar 4 jam, dan tim tiba dilokasi sekitar pukul 18.30 WIB.

Malam hari, Tim graisena bertemu dengan warga masyarakat desa danau gerak, dan karang taruna. Tema diskusi yang dilakukan adalah meningkatkan potensi desa danau gerak. Pembicara dari tim graisena Ranggi Ragatha dan Chaerul Muhammad.

Untuk meningkatkan potensi desa danau gerak, Tim Graisena akan memberangkatkan 3 orang masyarakat desa untuk studi tur ke Bandung dan melihat bagaimana sebuah desa bisa bergerak dari memanfaatkan potensi yang dimilikinya.

  • 30 Agustus 2020

Hari kelima, Tim Graisena masih melakukan kegiatan di desa danau gerak, Semende. Tim Graisena membantu membuatkan video potensi daerah di desa danau gerak. Dilaksanakan oleh Brian Fadli Fahmi dan Chaerul Muhammad.

Tim Graisena meninjau berbagai potensi alam, baik wisata, perkebunan kopi, dan pertanian milik masyarakat.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Tim Graisena meninjau bangunan yang akan direnovasi menjadi sebuah taman baca dan saung ilmu. Taman Baca ini akan digerakkan oleh Ibu Delfi (Muaraenim mengabdi).

Pukul 15.00 WIB Tim Graisena bergerak melanjutkan perjalanan menuju Lahat, dan beristirahat disana.

  • 31 Agustus 2020

Pukul 08.00 WIB Tim Graisena melanjutkan perjalanan melalui jalur lintas tengah sumatera menuju Kota Muaro Bung0, Kabupaten Bungo. Jambi. Perjalanan memakan waktu sekitar 12 jam. Tim Graisena tiba di Muaro Bungo sekitar pukul 20.00 WIB.

  • 1 September 2020

Sekitar pukul 09.00 WIB Tim Graisena menuju secretariat Pramuka Kwarcab Kabupaten Bungo. Disini Graisena disambut oleh beberapa pengurus Pramuka, dan memberikan 10 Liter. Selain itu tim Graisena berencana akan membuat pelatihan relawan kebencanaan di Kabupaten Bungo, dengan Pramuka sebagai Local Partner nya.

Setelah temu ramah dengan Pramuka Kabupaten Bungo, Tim Graisena bergerak menuju Sawahlunto. Perjalanan memakan waktu sekitar 7 jam.

Di sawahlunto , Tim Graisena bertemu dengan salah seorang member Cocoklogy Science, Yudha Ahada. Seorang staf kominfo di pemerintah kota sawahlunto. Tim Graisena meminta Yudha untuk mengaktifkan kembali relawan kebencanaan melalui organisasi pemuda yang berada dibawah binaan Pemko Sawahlunto.

Dari sawahlunto tim bergerak kembali menuju Danau Singkarak. Tim tiba di singkarak sekitar pukul 19.00 WIB.

  • 2 September 2020

Pukul 09.00 WIB Tim Graisena bergerak menuju Desa Tertua di Sumatera Barat, Desa Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Disini tim tidak bertemu dengan siapapun.

Setelah dari Desa Pariangan, tim bergerak menuju Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Menuju Rumah Kediaman dan makam Tan Malaka.

Disana Tim Graisena disambut oleh Bapak Khairul Thaib (Ketua fraksi Gerindra DPRD 50 kota) dan bapak kepala jorong Pandam Gadang. Disini tim melihat kondisi rumah tan malaka yang memprihatinkan, serta tidak ada perhatian khusus dalam merawat jejak sejarah ini. Tim Graisena berencana akan membangun saung ilmu dan taman baca untuk pelatihan relawan kebencanaan tepat di depan rumah tan malaka.

Dari Rumah Tan Malaka, Tim Graisena kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bukitinggi dan beristirahat disana.

  • 3 September 2020

Di Bukitinggi, Tim Graisena berkunjung ke Jam Gadang dan Rumah Kediaman Bung Hatta. Di hari yang sama tim Graisena melanjutkan perjalanan ke Kota Padang.

Tiba di Kota Padang, sekitar pukul 15.00 WIB, Tim Graisena berkunjung ke markas Sea Turtle Camp Pasir Jambak (STC). STC diketuai oleh Bang Yose, aktifis lingkungan asal kota padang yang focus pada penangkaran dan pelestarian penyu. Selain itu bang yose juga beberapa kali melakukan aksi penanaman pohon dan aksi pencabutan paku di kota padang. Bang yose bersama STC akan digandeng oleh Graisena sebagai Lokal partner program Ngademin Kota di wilayah Sumatera Barat.

Malam harinya setelah dari Sea Turtle Camp, Tim Graisena berkunjung ke taman budaya sumatera barat, temu ramah dengan seniman-seniman muda disana.

  1. 4 September 2020

Pukul 09.00 WIB Tim Graisena berkunjung ke markas KMDM (Koperasi Merdeka dan Mandiri) yang digagas oleh aliansi dosen muda Universitas Andalas. KMDM focus pada pemberdayaan petani-petani sekitar lingkungan Universitas Andalas agar bisa menjual hasil pertaniannya dengan skema fair trade. Di KMDM, Tim Graisena hanya temu ramah dan berdiskusi soal gerakan sosial.

Pukul 13.00 WIB, Tim Graisena bergerak menuju Sekretariat Komunitas Seni Nan Tumpah di Kasang, Padang Pariaman. Disini tim graisena bertemu dengan pendiri KSNT, Mahatma Muhammad dan berdiskusi tentang sosialisasi mitigasi bencana lewat kesenian ke masyarakat. KSNT menyatakan kesiapan nya untuk menjadi local partner Graisena di Sumatera Barat dan berkolaborasi dengan Sea Turtle Camp terkait rangkaian aksi Ngademin Kota.

  1. 5 September 2020

Tim Graisena bersama Sea Turtle Camp membuat aksi menanam 1000 bibit pohon di wilayah Pantai Air manis Kota Padang. Aksi ini juga dihadiri oleh Bapak Walikota Padang, Mahyeldi Ansarullah dan beberapa komunitas penggiat lingkungan.

Acara berlangsung hingga siang hari, dan berlanjut dengan sosialisasi tentang Ngademin Kota yang dilakukan Tim Graisena kepada beberapa komunitas-komunitas pemerhati lingkungan dikota Padang.

  1. 6 September 2020

Tim Graisena beristirahat dikota Padang

  1. 7 September 2020

Tim Graisena bergerak melalui jalur lintas barat sumatera menuju Provinsi Bengkulu. Rencananya Tim akan berkunjung ke Kabupaten Muko-muko Bengkulu, dan bertemu salah seorang tokoh pemuda disana, namun batal karena ada kendala teknis dilapangan.

Akhirnya tim memutuskan bergerak ke arah Kota Bengkulu. Tim Tiba di Kota Bengkulu sekitar pukul 23.00 WIB

  1. 8 September 2020

Pukul 08.00 WIB dari kota Bengkulu, tim melanjutkan perjalanan melalui jalur lintas barat sumatera keaarah Kotabumi, Lampung.

Di perjalanan, menuju Kota bumi, Tim Graisena singgah di suatu desa di Krui, Lampung. Bertemu dengan salah seorang penduduk. Dan kembali memperkenalkan yayasan Graisena disana. Krui merupakan daerah yang sebenarnya bisa dijadikan target untuk diberikan pelatihan pembinaan mitigasi bencana, Namun Tim Graisena tidak bisa bertemu dengan salah satu local partner disana.

Pukul 23.00 WIB, Tim Graisena tiba di Kotabumi dan beristirahat disana.

  1. 9 September 2020

Pukul 09.00 WIB, Tim Graisena bergerak kea rah lintas tengah sumatera menuju Waykambas. Namun di waykambas, ternyata sedang ditutup terkait Covid 19. Sehingga pada saat itu juga Tim Graisena memutuskan untuk langsung kembali ke Jakarta.

Pukul 20.00 WIB, Tim Graisena tiba di Graha Graisena.

Program Yang Telah di Lakukan

TanggalTempatKegiatan
28 Agustus 2020Desa Lingga, Tanjung Enim, Sumatera SelatanSosialisasi tentang Graisena dan Program-program yang dilakukanSosialisasi tentang mitigasi dan siaga bencana
28 Agustus 2020Desa Keban Agung, Tanjung Enim, Sumatera SelatanSosialisasi tentang Graisena dan Program-program yang dilakukanSosialisasi tentang mitigasi dan siaga bencana  
29 Agustus 2020Pondok Pesantren Nurul Madany Tanjung Enim , Sumatera SelatanSosialisasi tentang Graisena dan Program-program yang dilakukanSosialisasi tentang mitigasi dan siaga bencanaBantuan pembangunan Ponpes Nurul Madany
5 September 2020Pantai Air Manis, Kota Padang, Sumatera BaratAksi penanaman 1000 bibit pohon bersama komunitas Sea Turtler, Walikota padang, dan beberapa komunitas lingkungan kota padang.Sosialisasi tentang Graisena dan program Ngademin Kota

Program yang akan dilakukan di Sumatera

KategoriLocal PartnerKegiatan
Siaga BencanaKarang Taruna, Innovation School, dan komunitas berbagi nasiPelatihan dan pembentukan rescue team karang taruna di desa Keban Agung, Sumatera Selatan
Siaga BencanaStakeholder, masyarakat, dan komunitas berbagi nasi.Pelatihan siaga bencana untuk masyarakat di desa Lingga
Siaga BencanaPramuka Kwarcab Kabupaten BungoPelatihan dan pembentukan rescue team Pramuka di Kabupaten Bungo Jambi
Siaga BencanaPemuda Jorong Pandam GadangPelatihan dan pembentukan rescue team di Sekitar rumah Tan Malaka. Pembangunan Saung ilmu di Sekitar rumah tan Malaka
Mitigasi BencanaSea Turtle Camp dan Komunitas Nan TumpahMembuat 10 paket program aksi Ngademin kota, berikut dengan sosialisasi terhadap masyarakat lewat panggung seni.

Penutup

Perjalanan Tim Graisena ke Sumatera selama kurang lebih 14 hari adalah misi untuk mensosialisasikan program Graisena ke beberapa jaringan relawan di sumatera. Beberapa program yang telah dan akan direncanakan merupakan langkah awal bagi graisena untuk mewujudkan visi yayasan, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana.

Demikian laporan ini dibuat, untuk dapat dijadikan bahan pertimbangan bersama.

  • SHARE
  • TWEET
  • PIN

Leave Comment